Cloudy With a Chance of Meatballs, a Review

2009 October 21
by ethe

Kemarin malem jadi juga (finally) nonton film yang judulnya panjang itu, iya dong, pastinya yang 3D. Huh, gengsi kalo gak mah! Ini, sekarang udah jamannya 3D, teman2. Filmnya durasinya kira2 sejam setengah. Warna warni yang sangat nyaman dinikmati serta gambar yang menarik. Hehe, khas film kartun. Sebagai film kartun, dia ini rasanya cukup sukses.

Agak berbeda dengan film Up yang pesan moralnya dibawa dengan lebih berat dan mengharukan, yang ini walau juga konyolnya gak sebagus Up, tapi tampak dibawa lebih smooth. Gak kerasa kalau lagi digurui. Pesen sponsornya juga rasanya lebih mudah dipahami anak2 kecil seumur aku :p

Diawali dengan pengenalan terhadap seorang anak nyentrik yang bersemangat tinggi dan berjiwa peneliti. Seorang ibu yang memberikan support dan kepercayaan pada anak tsb. Sosok ayah yang gak banyak bicara, atau lebih tepatnya gak banyak melihat juga hihihi, secara matanya ketutupan alis!!!

Proses penemuan alat yang di masa lampau masuk kategori gak berguna, suatu saat malah menjadi penemuan yang berguna. Kalau bahasa orang beragama sih: Semua akan indah pada waktunya :)

Cita2 yang gak pernah surut, suatu kali berhasil juga. Ketika tujuan berhasil kadang kala kita jadi lupa melakukan proses kontrol. Nah lho, pas tanda2 benda penemuan udah masuk kategori mulai berbahaya, pengawasan mulai kendor, bencana dimulai. Satu lagi, buat para manager, pilihlah delegasi yang tepat untuk suatu tugas. Flint, mendelegasikan tugas tsb kepada peliharaannya :)

Dinaungi oleh emosi, kadang kala orang jadi gegabah. Terfokus pada diri sendiri. Tidak lagi melihat keadaan sekitar. Hujan steak yang segede2 meja (slurp, Nyam Nyam Nyam!) gak mampu membuat Flint membuka mata pada kebenaran perkataan ayahnya.  Flint, marah pada ayahnya, justru menyulut tindakannya menjadi tak terkendali. Kemampuan mesin yang sudah ngos2an dipaksa untuk memenuhi keinginan sang Major. Untuk apa? Untuk sebuah pengakuan.

Ada yang menarik, bahwa kadang kala yang baik belum tentu bisa terucap. Yang gak terucap bisa jadi gak dipahami oleh orang lain. Jadi belajarlah bicara karena gak setiap orang cukup sensitif untuk mencari makna yang tersirat.

Singkat kata, buat ukuran aku, film ini cukup ringan, sangat menghibur dan cukup bisa ikutan tegang liat tornado spageti hehe… Plus: aku juga mau hujan es krimnya!

Hari Keempat

2009 September 23
by ethe

Pagi2, seperti biasa sarapan dulu di McD. Mendadak jadi fav karena tempatnya kelewatan sekalian jalan ke stasiun MTR terdekat, karena menunya agak beda dari biasanya dan karena rasanya standar.
Hari ini tujuan pergi ke Giant Buddha. Waktu persiapan pagi sempat liat internet ternyata crystal cabin cable car lagi ditutup untuk maintenance selama sekitar 1.5 bulan. Yahhhhh, kecewa juga sih, secara itu salah satu tujuan hehe.. Di sisi lain cukup kagum atas niat menutup yg begitu lama demi safety. Mudah2an yg di Indo juga begitu, cuma aja aku belum tau.
read more…

The Third Day, the Unplanned

2009 September 19
by ethe

Ternyata ada kesalahan yg agak fatal di jadwal perjalanan yg aku buat. Disney aku set di hari Sabtu. Rame atuh ya! Jadilah hari ini rencananya mau dituker dg acara hari rabu depan yg kurang lebih isinya nge-mall.
read more…

Summary, the Second Day

2009 September 19
by ethe

Pagi2 mau sarapan mcD. Kebayang burger, as always. Eh ternyata di sini menu breakfast dan lunch beda lho. Kalo pagi adanya paket kayak burger tapi rotinya aneh, ditemenin kopi dan hash brown, bukan coke n french fries.
read more…

Live from JJ Hotel, 1st Day

2009 September 17
by ethe

Finally, Hongkong. Kesan pertama: ruwet. Orang2nya cukup banyak yg gak fasih basa inggris. Bukan masalah aku jagoan beringgris, tapi di negara orang hanya bahasa ini yg dapat diandalkan.
read more…