Pemilu Pertamaku
Horeee… finally, pemilu pertama. Lho kok udah umur segini baru pemilu pertama? Hehe iya karena baru pertama kalinya punya jagoan yang aku rasa layak diperjuangkan dengan suaraku :p
Rasanya? Hmm.. biasa aja.
Yang pertama, sangat senang karena TPS di apartemen sangat sepi. Apakah itu indikasi bahwa warga apartemen banyak yang tidak peduli atau indikasi aku terlalu semangat memilih pada jam 8 pagi lewat dikit? Entahlah, yang pasti masih banyak surat DPT yang tertumpuk di meja panitia mungkin karena umumnya warga apartemen pergi pagi pulang malam kapan sempatnya tanda tangan surat DPT
Yang kedua, seperti yang pernah aku sampaikan dalam artikel terpisah, aku sangat tidak pro pada usaha pewarnaan kelingking sebagai tanda pemilih sudah menjalankan niatan baiknya. Jadi aku berusaha mencelup sesedikit mungkin dan mendapat sedikit perlawanan, “Kurang!” begitulah kata Ibu penjaga tinta. Tinta konon bertahan 3 hari tapi sepulang dari TPS, dibersihkan dengan tissue basah ternyata bisa bersih kembali jadi ya sudahlah tidak ada issue kelingkung ungu atau hitam lagi.
Yang ketiga, setelah pergi ke mal barulah agak menyesal karena kelingking berwarna itu bisa memberikan discount
Itu aja kesan mengenai pemilu…
wekekeke selamat ya bu diakui kalo sudah dewasa,